Langsung ke konten utama

PRAKARYA

CARA MUDAH MENGGUNAKAN PERNIS KAYU
Bagi Anda pemula dibidang finishing pasti ada banyak pertanyaan menggunakan pernis kayu yang benar. Simak artikel ini untuk menemukan jawabannya.
Pernis adalah produk finishing yang sudah digunakan manusia sejak berabad-abad lamanya. Pernis memiliki kemampuan untuk menutup pori-pori kayu. Ada berbagai jenis pernis yang saat ini sudah dikembangkan. Lalu bagaimana cara menggunakan pernish tersebut? Ikut langkah-langkah berikut ini:
  1. Kunci sukses dari hasil finishing yang baik adalah pengamplasan, Sebelum Anda menggunakan pernis atau pengecatan pastikan media kering dengan MC 12% dan juga besih, bebas dari kotoran atau debu. Caranya mudah Anda harus mengamplas seluruh permukaan dengan amplas alumunium oxide nomor 180 atau 150. Raba permukaan media, jika sudah halus teksturnya dilap menggunakan kain katun bersih dan kering.
  2. Jika Anda sudah menyiapakan pernis baik itu solvent based atau water based, campurkan bahan pencmpurnys sesuai dengan jenis pernis. Aduk hingga rata pernis dengan bahan pencampur hingga tercampur benar. Lakukan pengadukan setiap Anda akan mengecat karena pernis sering mengendap dan terpisah dengan bahan pencampurnya.
  3. Siapkan kuas yang sudah dilapisi kain katun warna putih bersih dan kering. Kain katun warna putih dipilih agar warna dari pernis tidak tercampur dengan warna kain. Karena terkadang ada jenis kain yang luntur sehingga bisa mempengaruhi warna hasil dari pernis.
  4. Celupkan kuas tersebut ke dalam pernis dan oleskan ke seluruh permukaan media hingga rata. Jika media kayu maka harus searah serat kayu. Lakukan pengolesan tahap pertama ini, kemudian jemur media (jika menggunakan cat solvent). Jika menggunakan cat water based cukup diangin-anginkan saja.
  5. Jika media sudah kering maka ulangi tahap penegcatan hingga mendapatkan warna yang sesuai.

Faktor Penentu Pernis Kayu Yang Mudah Diaplikasikan

Cara menggunakan pernis bukanlah hal yang sulit, tetapi terkadang sering terjadi kegagalan misalnya saja timbul brush mark karena salah penggunaan kuas atau produk yang kurang bagus. Menghindari hal-hal semacam itu maka mari dipelajari apa saja faktor penentu pernis yang mudah diaplikasikan.
  1. Pilih bahan pengencer air. Jika Anda memilih bahan pengecer solvent, maka ketika diaplikasikan akan cenderung menimbulkan brush mark. Mengapa? Cat solvent memiliki ciri lengket dan ketika diaplikasikan tidak akan semudah pernis dengan pengencer air. Ketika pernis memiliki bahan pencampur air, maka  tidak bersifat lengket ketika diplikasikan bahkan memiliki tarikan kuas yang ringan.
  2. Berikan bahan pencmpur sesuai yang dianjurkan pada petunjuk pemakaian. Ketika Anda salah memberikan takaran bahan campuran maka cat bisa jadi terlalu kental atau terlalu cair yang mengakibatkan sagging atau leleh pada permukaan media.
  3. Cat dengan merk tentu sudah memiliki kepercayaan karena buktinya cat tersebut sudah digunakan oleh banyakan costumer. Contohnya saja cat kayu Biovarnish. Dalam hal aplikasi dibandingkan dengan merk lain memiliki tarikan kuas yang ringan. Bahkan Anda bisa membuktikannya sendiri.
  4. Selain bahan pencampur, bahan, merk dan takaran, hal terkhir adalah jenis kuas yang digunakan. Dalam dunia finishing ada berbagai macam juenis kuas sesuai ukuran media yang akan diaplikasikan. Tidak mungkin jika Anda akan mengaplikasikan pernis dengan kuas yang berukuran kecil untuk bidang yang luas? Untuk menghindari brush mark juga Anda harus memilih kuas yang halus dan bisa ditambah dengan dilapisi kain perca yang bersih dan kering.

Bagian1
Mengisi Lem Tembak

  1. 1
    Bacalah petunjuk pemakaiannya. Bukalah petunjuk pemakaian untuk mengetahui informasi keamanan selama menggunakan lem tembak. Amati beberapa komponen lem tembak yang berbeda beserta fungsinya. Petunjuk pemakaian ini seharusnya bisa memberikan gambaran kapan lem tembak akan mulai memanas secara otomatis atau harus dinyalakan dan dimatikan, berapa lama biasanya waktu yang diperlukan untuk menghangat, dan bahan apa yang dianjurkan untuk direkatkan.
    • Bacalah keterangan peringatan keamanan lem tembak secara saksama untuk mengurangi risiko kecelakaan atau cedera selama Anda menggunakannya.
    • Petunjuk pemakaian ini seharusnya juga berisi keterangan ukuran dan jenis lem batang yang Anda butuhkan.
  2. 2
    Periksa tanda-tanda kerusakan pada lem tembak. Sebelum memasang atau menggunakan lem tembak, amatilah seluruh bagiannya untuk memeriksa adanya retakan, pecahan, potongan, dan tanda-tanda kerusakan lainnya. Pastikan juga untuk memperhatikan kabel listriknya untuk memeriksa adanya kawat yang putus atau pecah. Mengoperasikan lem tembak yang rusak akan sangat berbahaya. [1]
    • Oleh karena elemen listrik dan pemanasnya, lem yang tembak yang rusak akan sangat berbahaya jika digunakan.
  3. Gambar berjudul Use a Glue Gun Step 3
    spaceplay / pause
     
    escstop
     
    ffullscreen
    shift + slower / faster (latest Chrome and Safari)
    volume
     
    mmute
    seek
     
     . seek to previous
    126 seek to 10%, 20%, …60%
    3
    Pastikan mulut pipanya bersih dari sisa lem. Lelehan lem seharusnya dapat mengalir dengan lancar dari ujung lem tembak. Jika perlu, lepaskan mulut pipanya kemudian usapkan secarik aluminium foil untuk mengelupas sisa lem yang telah mengering, atau gunakan tusuk gigi untuk membersihkan lubangnya. Lem tembak Anda harus bersih dari sisa lem sebelum digunakan. [2]
    • Selalu pastikan lem tembak tidak terhubung dengan listrik sebelum membersihkan atau melepas mulutnya.
    • Jangan pernah gunakan air untuk membersihkan lem tembak. Dalam kondisi terburuk, Anda hanya perlu menunggu hingga sisa lem itu menghangat dan terlepas dengan menetes keluar dari mulut pipa.
  4. Gambar berjudul Use a Glue Gun Step 4
    spaceplay / pause
     
    escstop
     
    ffullscreen
    shift + slower / faster (latest Chrome and Safari)
    volume
     
    mmute
    seek
     
     . seek to previous
    126 seek to 10%, 20%, …60%
    4
    Pasangkan lem batang ke bagian belakang lem tembak. Ambillah lem batang yang baru dan pasangkan di lubang pada ujung belakang lem tembak. Masukkan lem batang hingga tidak bisa bergerak. Jika masih ada sisa lem batang di sana, habiskan yang lama terlebih dahulu sebelum menggunakan yang baru. Lem tembak tidak harus selalu diisi dengan lem batang yang baru sebelum digunakan. [3]
    • Sebagian besar lem batang memiliki ukuran yang sama dan dirancang agar bisa masuk ke dalam semua model lem tembak. Namun, untuk berjaga-jaga, cobalah periksa petunjuk atau spesifikasi lem tembak terlebih dahulu sebelum membeli lem batang.
  5. 5
    Pasangkan kabel lem tembak ke colokan listrik. Carilah colokan listrik yang terdekat dengan tempat Anda bekerja. Tancapkan kabel lem tembak ke colokan tersebut. Selanjutnya, elemen pemanas pada lem tembak akan mulai menghangatkan lem batang di dalamnya. Jadi, jangan menyentuh mulut pipa ataupun membiarkan lem tembak tanpa pengawasan setelah dihubungan dengan sumber listrik. Pastikan lem tembak berada dalam posisi tegak untuk menghindari kecelakaan. [4]
    • Sekali lagi, periksalah tanda-tanda kerusakan pada kabel listrik lem tembak sebelum menghubungkannya ke colokan listrik. Kabel yang rusak berisiko menimbulkan kebakaran.
    • Sebagian model lem tembak tidak dilengkapi kabel sehingga memberikan Anda keleluasaan yang lebih besar dalam menentukan tempat dan cara menggunakannya. Namun, jika Anda tidak bisa menemukan lem tembak seperti ini, cobalah gunakan kabel sambungan untuk memperluas jangkauannya hingga ke area kerja Anda.

Bagian2
Mengoperasikan Lem Tembak

  1. 1
    Tunggulah hingga lemnya memanas. Tunggulah selama beberapa menit hingga lem batang melunak. Setelah cukup leleh, lem akan mulai mengalir keluar dari mulut pipa saat pelatuk lem tembak ditekan. Pada sebagian besar lem tembak, proses pemanasan ini membutuhkan waktu sekitar 2 menit. Sementara itu, lem tembak industrial mungkin membutuhkan waktu hingga 5 menit untuk memanaskan lem hingga meleleh dan mudah dikeluarkan. [5]
    • Sebagian model lem tembak memiliki tombol on/off, sementara model lainnya tidak. Jika tombol ini ada pada lem tembak Anda, aturlah ke posisi on untuk memanaskannya. Namun, jika tidak ada tombol semacam itu, lem tembak akan segera memanas setelah dihubungkan dengan sumber listrik.
    • Letakkan lem tembak pada penyangga kawat saat sedang tidak digunakan. Jangan pernah meletakkan lem tembak yang sedang menyala secara menyamping. [6]
  2. 2
    Tekan pelatuknya perlahan-lahan untuk mengeluarkan lem yang telah meleleh.Arahkan mulut pipanya ke bawah dan letakkan di dekat benda yang akan Anda rekatkan. Tekan lembut pelatuk lem tembak hingga lelehan lem mulai keluar dari dalam melalui mulutnya. Berikan lem secara langsung ke permukaan benda dengan menyetuhkan mulut pipanya membentuk titik, lengkungan, maupun garis lurus. [7]
    • Letakkan secarik karton atau aluminium foil di bawah benda yang Anda rekatkan untuk menampung tetesan lem. [8]
    • Cobalah merekatkan beberapa benda yang tidak terpakai untuk menguji lem tembak sebelum menggunakannya pada pekerjaan yang membutuhkan ketepatan.
    • Jika mungkin, kenakan sarung tangan pelindung selama bekerja dengan lem tembak untuk melindungi tangan Anda dari panas dan tetesannya.
  3. 3
    Gunakan lem sesuai kebutuhan. Awali dengan memberikan sedikit lem dan tentukan apakah Anda membutuhkannya lagi. Sedikit lem saja bisa sangat merekatkan benda. Lem yang meleleh akan mengalir dengan cepat saat pelatuknya ditarik, dan mudah keluar terlalu banyak jika Anda tidak berhati-hati. Jadi, usahakan agar benda yang ingin Anda rekatkan tidak terjenuhi dengan tumpahan lem. Lem ini pun dapat mengering dengan cepat, cobalah untuk menggunakannya sesuai kebutuhan Anda. [9]
    • Sebagai contoh, untuk merekatkan huruf-huruf styrofoam ke suatu diorama, Anda hanya membutuhkan satu titik kecil lem. Sementara itu, Anda mungkin perlu memberikan lem dalam pola berbiku-biku atau spiral untuk merekatkan suatu benda ke permukaan yang luas atau benda berat.
    • Penggunaan lem tembak ditujukan untuk merekatkan benda yang cukup tebal. Namun, jika digunakan secara berlebihan dapat membuat permukaan yang lunak mengeras dan tampak aneh.
  4. 4
    Tunggulah hingga lem mengering. Lepaskan mulut pipa dari benda yang baru saja Anda beri lem. Jika model lem tembak yang Anda gunakan dilengkapi dengan tombol on/off, tekanlah tombol off kemudian sisihkan. Ikatan antara permukaan yang dilem akan mengeras saat lemnya memadat. Memegangi benda tersebut dengan kedua tangan Anda dapat membantu membentuk ikatan yang erat. [10]

Bagian3
Menggunakan Lem Tembak untuk Beragam Tujuan

  1. 1
    Siapkan lem tembak untuk perbaikan di rumah. Sisakan ruang di kotak peralatan rumah untuk lem tembak sehingga dapat digunakan untuk perbaikan-perbaikan kecil. Lem tembak sangat bagus digunakan pada benda kayu dan plastik dalam kondisi sejuk dan kering. Apakah itu merekatkan bingkai yang kendur atau menyatukan kembali kotak mainan anak-anak, lem tembak dapat menciptakan ikatan yang cukup kuat dan fleksibel dalam merekatkan benda. [11]
    • Sebaiknya, jangan gunakan lem tembak untuk merekatkan benda berat atau bergerak dan berbahaya. Pekerjaan berat sebaiknya dilakukan oleh kontraktor dengan peralatan yang tepat.
  2. 2
    Cobalah gunakan lem tembak untuk membuat prakarya. Saat membantu anak-anak mengerjakan tugas sekolah atau menyiapkan hiasan hari raya, coba gunakan lem tembak alih-alih lem kertas biasa. Lem tembak lebih bagus untuk beragam jenis permukaan, memberikan hasil yang lebih bersih, serta tidak menyebabkan kertas mengerut ataupun membuat warnanya luntur seperti sebagian lem prakarya lainnya. Setetes lem tembak akan membantu kreasi buatan Anda bertahan lebih lama. [12][13]
    • Lem tembak yang telah memadat akan sulit dihilangkan. Jadi, pastikan seluruh ukuran, sudut, dan dimensi prakarya Anda telah sempurna sebelum merekatkannya.
  3. 3
    Gunakan pada pakaian. Pendekkan celana Anda dengan lem tembak, atau gunakan lem tembak untuk memasangkan kancing yang terlepas. Tidak seperti lem lainnya, lem tembak cukup bagus digunakan pada kain. Namun, hasilnya akan lebih bagus lagi pada bagian-bagian pakaian seperti kancing, ritsleting, dan bagian lainnya. Meskipun tidak memberikan solusi permanen seperti menjahit, penggunaan lem ini dapat membantu sedikit mengubah pakaian Anda saat tidak ada pilihan lainnya. [14]
    • Lem yang digunakan pada pakaian pada akhirnya akan rusak jika dicuci berulang-ulang, terutama dalam air panas.
    • Gunakan lem tembak untuk merekatkan tambalan, manik-manik, atau aksesori lainnya ke pakaian.
  4. 4
    Gunakan lem tembak pada benda yang rapuh. Oleh karena konsistensinya yang kental dan menyerupai gel, lem tembak lebih cocok untuk merekatkan permukaan yang tipis dan mudah rusak dibandingkan lem yang lebih cair seperti lem pasta atau bahkan lem super. Lem yang lebih encer akan lebih sulit dituangkan, lebih lama memadat, dan berpeluang lebih besar merusak bahan-bahan yang sensitif dibandingkan lem tembak. Penggunaan lem tembak juga sangat luas dan sering kali dapat merekatkan benda-benda rapuh yang sulit direkatkan dengan perekat lainnya. Hanya saja, pastikan letak benda tersebut telah sempurna sebelum diberi lem. [15]
    • Cukup gunakan lem tembak sedikit saja pada benda yang rapuh agar tidak rusak.
    • Lem tembak dapat digunakan pada renda, anyaman, kertas, bahan katun, dan bahkan panganan seperti yang digunakan untuk menata permen dan membangun rumah roti jahe. [16][17]

Tips

  • Oleh karena lem batang akan meleleh saat dipanaskan, sebaiknya jangan gunakan lem ini untuk benda yang mungkin terpapar suhu tinggi. Hal ini berarti, Anda mungkin harus mencari cara lain untuk memperbaiki retakan pada cangkir kopi atau merekatkan sol sepatu olahraga Anda.
  • Simpanlah lem batang ekstra sehingga Anda selalu mempunyainya saat dibutuhkan.
  • Jika lelehan lem panas mengenai kulit Anda, segera aliri area tersebut dengan air dingin untuk menyejukkan luka sekaligus mengeraskan lem sehingga dapat mengelupas.
  • Pastikan lem tembak telah cukup dingin sebelum Anda menyimpan atau melepaskan mulut pipanya.
  • Simpanlah lem tembak di tempat yang sejuk dan kering selama tidak digunakan.
  • Jika lem tidak dapat mengalir dengan lancar dari mulut pipa, coba putarlah lem batang sambil menarik pelatuk dan mendorongnya semakin jauh ke dalam lem tembak.
  • Gunakan pengering rambut dalam suhu rendah untuk melelehkan tetesan lem yang biasanya terbentuk saat Anda menjauhkan mulut lem tembak.

Peringatan

  • Jangan pernah mengarahkan lem tembak ke atas atau menggunakannya pada benda di atas kepala.
  • Jangan menyentuh mulut pipa lem tembak yang terhubung dengan sumber listrik dan berada dalam posisi on karena suhunya sangat panas.
  • Jangan biarkan balita atau batita berada di sekitar lem tembak maupun menggunakannya karena alat ini berisiko menyebabkan luka bakar serius.


Cara Menggunakan Bor Listrik Tangan

Bagaimana cara menggunakan bor listrik tangan? Pada dasarnya, mesin bor berfungsi untuk membuat lubang pada suatu bidang. Mesin ini bekerja dengan menggerakkan alat pemotongnya secara memutar pada suatu titik tertentu sembari memberikan tekanan secukupnya. Sedikit demi sedikit, gerakan tersebut akan menghasilkan lubang pada satu titik yang dikehendaki.
Saat ini, ada beberapa jenis bor listrik tangan yang dibedakan menurut bentuk dan cara penggunaannya. Salah satu di antaranya ialah bor listrik tangan. Disebut demikian karena mesin yang berbentuk menyerupai pistol ini dioperasikan langsung menggunakan tangan dengan tenaga listrik. Mesin bor tangan dapat digunakan untuk melubangi tembok, kayu, dan logam.
menggunakan-bor-tangan-listrik.jpg
Di bawah ini langkah-langkah dalam penggunaan bor listrik tangan yang benar :
  1. Kenakan pakaian yang mendukung keamanan Anda meliputi pelindung muka dan sarung tangan. Pastikan sarung tangan yang dipakai memiliki ukuran yang pas sehingga tidak berisiko tersangkut di mesin bor.
  2. Tentukan posisi titik yang akan dibor. Jika perlu, Anda harus mengukurnya menggunakan penggaris untuk mendapatkan posisi yang pas. Berikan tanda pada titik tersebut berupa tanda silang.
  3. Lakukan persiapan awal dengan memeriksa bahwa mesin dalam kondisi yang normal. Periksa power source untuk memastikannya telah terpasang dengan benar. Cek juga apakah tegangan listrik sudah sesuai dengan kebutuhan mesin atau belum.
  4. Pasanglah mata bor pada kedudukannya. Jangan lupa untuk mengencangkannya menggunakan kunci khusus/kunci yacob yang biasanya sudah turut disertakan sepaket dengan produk bor tangan tersebut.
  5. Agar posisi benda yang akan dibor tidak goyah, Anda bisa menjepit posisinya pada vice/ragum. Bila Anda ingin melubangi keramik dinding, maka langkah ini tentu tidak perlu dilakukan mengingat posisi dinding sudah stabil.
  6. Buatlah lubang awal sebagai tumpuan mata bor agar tidak mudah meleset dari titik yang diinginkan. Caranya adalah Anda bisa mengetukkan drip (alat pembuat titik) tepat pada titik bidang yang akan dibor. Tidak perlu terlalu dalam, cukup sekiranya bisa digunakan sebagai tumpuan mata bor.
  7. Setiap lubang yang ingin Anda buat, mulailah dengan memakai mata bor yang berukuran kecil terlebih dahulu kemudian ukurannya meningkat sedikit demi sedikit. Misalnya pada saat permulaan, Anda bisa mengandalkan mata bor yang berdiameter 2-4 mm.
  8. Posisi arah mesin bor selama proses pengeboran berlangsung harus benar-benar tegak lurus dengan bidang yang ingin dibor. Tujuannya tentu saja agar lubang yang dihasilkan lebih rapi dan mata bor tidak akan patah.
  9. Cobalah nyalakan mesin bor tangan Anda. Atur kecepatan perputarannya sesuai dengan keinginan. Silakan arahkan mesin tersebut untuk membuat lubang pada bidang yang dikehendaki.
  10. Setelah dirasakan lubang yang dibuat sudah memiliki kedalaman dan diameter sesuai keinginan, Anda bisa mematikan mesin bor tersebut. Tunggu selama beberapa saat supaya perputaran pada mata bor berhenti terlebih dahulu.
  11. Lakukan pengecekan terhadap hasil pekerjaan Anda. Apabila lubang yang terbentuk masih belum sempurna, Anda bisa merapikannya kembali.
  12. Setelah yakin pekerjaan Anda sudah selesai, simpanlah mesin bor ini di tempatnya semula. Buka mata bor terlebih dahulu. Kemudian cabut juga bagian power source-nya.
  13. Jagalah kebersihan area kerja dan semua peralatan kerja yang Anda miliki.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH

BIODATA